Rindu Pesta Kemenangan
Pada tanggal 24 november 2007 pukul 15.30 saya nonton pertandingan antara PSS vs PERSITARA dan saya berharap banyak PSS untuk bisa meraih kemenangan tetapi Hampir saja tim PSS, kalah di kandang sendiri di Stadion Maguwoharjo Sleman. Dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007 yang berlangsung Sabtu ,24 november lalu sore tadi, PSS nyaris dipermalukan tamunya Persitara Jakarta Utara.
Setelah ketinggalan terlebih dulu 0-3 PSS akhirnya mampu menahan imbang menjadi 3-3 yang ditentukan pada saat-saat injury time melalui titik penalti. Hasil imbang ini tidak merubah posisi PSS yang tetap berada di urutan 13 klasemen sementara wilayah barat dengan nilai 37. Sementara Persitara naik satu peringkat ke posisi 10 dengan perolehan point 40.
PSS yang sejak awal berusaha meraih poin lebih dulu kerap melancarkan serangannya. Namun, sundulan kepala Mamadou yang memanfaatkan umpan matang dari Fajar Listiyantoro masih melenceng ke sisi kiri gawang Persitara . Sebaliknya, Persitara yang bermain tanpa beban lebih sering membahayakan gawang PSS yang dikawal kiper Dwi Adi Nugrahanto.
Alhasil, pada akhir babak peertama kubu tamu lebih dulu leading melalui tendangan striker Bationo yang menerima umpan silang dari sektor kanan yang dilakukan Itimi Dickson. Kondisi 0-1 untuk keunggulan Persitara tidak berubah hingga wasit meniup peluit tanda waktu turun minum.
Pada babak kedua, tampaknya permainan PSS justru terbawa permainan lawan. Beberapa kali gawang PSS terancam serangan Persitara yang dipimpin kapten Kurniawan Dwi Yulianto yang musim lalu memperkuat PSS. Sialnya, pada awal babak kedua kembali PSS harus ketinggalan 0-2 setelah lagi-lagi Bationo berhasil menundukkan kiper Dwi Adi.
Dua menit berselang, kembali tim tamu menambah kemalangan PSS menjadi 0-3 setelah tendangan keras Kurniawan menjebol gawang PSS. Tentu saja untuk mengejar ketertinggalan skor yang cukup besar merupakan sebuah hal yang mustahil bagi sebuah tim besar sekalipun.
Tetapi, ternyata anak-anak PSS tidak begitu patah semangat. Dukungan yang tiada henti dari Slemania mampu menaikkan semangat mereka. Hanya satu menit setelah gol ketiga, Tomy Haryanto yang baru saa masuk menggantikan Fajar Listiyantoro mampu melakukan tendangan spekulasi dari luarkotak penalti yang berhasil menjebol gawang PERSITARA, dan memperkecil ketinggalan menjadi 1-3.
Tim PSS yang tampaknya baru menemukan permainannya ini terus saja membombardir pertahanan Persitara. Upaya serangan yang dilakukan dari sektor sayap itu akhirnya berhasil. Kembali, Tomy Haryanto yang nampaknya ingin membuktikan kepada coach Rudy mampu menggiring bola dari sektor kanan dan mengoper ke tengah mampu dimanfaatkan oleh striker Mamadou dengan sundulan epala dan merobek jala Persitara sekaligus mendekatkan skor menjadi 2-3.
Memasuki menit-menit akhir, permainan PSS semakin menggila. Di saat injury time, pemain Persitara Dedi Mulyadi dengan sengaja menjatuhkan Ferry Setiawan di dalam kotak pinalti, dan wasit pun langsung menunjuk titik pinalti. Dan, Niane Mamadou berhasil melakukan eksekusi itu dengan baik yang membuat skor menjadi 3-3 hingga pertandingan usai.
Meskipun PSS mampu menciptakan keajaiban dengan mengejar ketinggalan 0-3 menjadi 3-3 tetapi hasil tersebut tidak membuat bangga para suporter mengingat pertandingan digelar di kandang sendiri. Pekerjaan berat masih terus menanti pelatih Rudi Keltjes untuk membenahi pasukannya.
